
Pada hari Selasa, 21 Oktober 2025, cuaca di Desa Tarikan terpantau cerah. Menjelang masuk kelas, para siswa di desa tersebut menjalankan kebiasaan membaca surat pendek sebelum memulai kegiatan belajar. Tradisi ini telah menjadi bagian dari rutinitas sebagian pelajar di Indonesia, khususnya di sekolah-sekolah yang mengedepankan nilai-nilai religius.
Membaca surat pendek seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas dilakukan bersama-sama sebelum pelajaran dimulai. Surat-surat tersebut dipilih karena mudah dihafal oleh anak-anak dan mengandung makna yang mendalam. Selain itu, pembacaan surat pendek dipercaya dapat memberikan ketenangan hati, menumbuhkan semangat, serta membantu meningkatkan konsentrasi siswa dalam menerima pelajaran.
Biasanya, kegiatan ini dipandu oleh guru atau pemimpin kelas. Seluruh siswa mengikuti pembacaan secara serempak, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh kebersamaan. Tidak hanya di sekolah, tradisi membaca surat pendek juga sering diterapkan di rumah oleh orang tua. Mereka membimbing anak-anak untuk memulai aktivitas belajar dengan doa, sebagai upaya menanamkan kebiasaan baik sejak dini.
Melalui pembiasaan membaca surat pendek sebelum belajar, diharapkan para pelajar dapat lebih siap secara mental dan spiritual dalam menghadapi proses pembelajaran. Kebiasaan ini juga menjadi salah satu cara untuk memperkuat nilai-nilai religius dan membangun karakter positif pada generasi muda.(Humas Min 2 Muaro Jambi)
|
37x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...