
Kabut asap masih menyelimuti Desa Tarikan, tempat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muaro Jambi berada. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut, terutama karena kualitas udara yang menurun akibat kabut asap.
Sejumlah wali kelas, antara lain Yerlina (wali kelas 1A), Ruslawati (wali kelas 3A), Hj. Muhassanah (wali kelas 4A), dan H. Maksum (wali kelas 4B), mengambil inisiatif untuk tetap menjalankan pembelajaran dengan metode daring. Langkah ini diambil agar siswa tetap mendapatkan materi pelajaran meskipun tidak dapat hadir secara fisik di sekolah. Para guru tersebut memberikan panduan belajar, materi, dan tugas kepada siswa melalui platform daring, serta memantau perkembangan siswa secara virtual.
Pada Selasa, 22 September 2026, proses pembelajaran daring ini berlangsung dengan para guru aktif memberikan bimbingan dan tugas kepada siswa. Upaya ini merupakan bentuk adaptasi sekolah terhadap situasi darurat kabut asap yang kerap melanda wilayah Muaro Jambi, sehingga pembelajaran tetap berjalan meski dalam keterbatasan.
MIN 2 Muaro Jambi menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendidikan yang berkualitas meskipun menghadapi tantangan lingkungan. Pihak sekolah berharap kondisi udara di Desa Tarikan segera membaik agar kegiatan belajar-mengajar dapat kembali berlangsung secara normal di ruang kelas. Dengan demikian, proses pendidikan di MIN 2 Muaro Jambi dapat berjalan optimal dan siswa dapat belajar dengan nyaman.( Humas min 2 Muaro Jambi)
|
19x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...