
Dua siswa kelas 4B MIN 2 Muaro Jambi, Muhammad Junaidi dan Fariz Maulana, mengikuti pembelajaran secara daring pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan belajar dari rumah ini terpaksa dilakukan karena kabut asap yang melanda Desa Tarikan, tempat tinggal mereka.
Kabut asap di wilayah tersebut menyebabkan penurunan kualitas udara, sehingga berdampak pada aktivitas belajar mengajar di sekolah. Untuk melindungi kesehatan siswa dan guru, pihak sekolah mengambil keputusan untuk sementara waktu melaksanakan pembelajaran secara online. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar proses pendidikan tetap berjalan meskipun dalam kondisi darurat.
MIN 2 Muaro Jambi dikenal sebagai madrasah yang berkomitmen terhadap kemajuan dan mutu pendidikan. Dalam situasi seperti ini, sekolah tetap berupaya memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi para siswa. Guru-guru tetap aktif memberikan materi pelajaran dan tugas melalui platform pembelajaran daring agar proses belajar mengajar tidak terhenti.
Kepala sekolah bersama para guru berharap agar kondisi kabut asap segera membaik sehingga kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan secara aman. Sementara itu, siswa dan orang tua diimbau untuk menjaga kesehatan serta mengikuti arahan dari pihak sekolah terkait pembelajaran daring selama masa kabut asap berlangsung. Dengan adanya kerja sama antara sekolah, siswa, dan orang tua, diharapkan proses pendidikan tetap berjalan lancar meskipun di tengah tantangan lingkungan.(Humas Min 2 Muaro Jambi)
|
23x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...