
Pada Selasa, 15 September 2026, Desa Tarikan mengalami cuaca berkabut asap yang cukup tebal. Kondisi ini menyebabkan aktivitas di luar ruangan menjadi terbatas, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Ruslawati, wali kelas 3A di salah satu sekolah dasar di Desa Tarikan, mengambil inisiatif untuk tetap memberikan pembelajaran kepada siswanya secara daring. Keputusan ini diambil demi menjaga kesehatan dan keselamatan para siswa di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap.
Pembelajaran daring dilakukan dengan memanfaatkan berbagai platform digital yang memungkinkan siswa tetap mengikuti pelajaran dari rumah. Ruslawati memastikan materi pelajaran tetap tersampaikan dengan baik meskipun tidak dilakukan secara tatap muka di kelas.
Langkah ini mendapat dukungan dari orang tua siswa yang juga mengkhawatirkan dampak kabut asap terhadap kesehatan anak-anak mereka. Situasi ini menunjukkan pentingnya kesiapan sekolah dan guru dalam menghadapi kondisi darurat, agar proses pendidikan tetap berjalan meski ada hambatan lingkungan.
Cuaca berkabut asap di Desa Tarikan sendiri diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Pihak sekolah terus memantau perkembangan situasi dan akan menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kondisi yang terjadi.( Humas min 2 Muaro Jambi)
|
31x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...