
Kabut asap yang melanda Desa Tarikan, Kabupaten Muaro Jambi, pada 8 September 2026, menyebabkan gangguan terhadap aktivitas belajar mengajar di MIN 2 Muaro Jambi. Kondisi ini berdampak langsung pada para siswa, termasuk Muhammad Junaidi, siswa kelas 4B, yang terpaksa mengikuti pelajaran secara daring dari rumah. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap risiko kesehatan akibat paparan kabut asap yang semakin pekat di wilayah tersebut.
Pihak sekolah memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh demi melindungi kesehatan siswa dan guru. H. Maksum, wali kelas Muhammad Junaidi, tetap berkomitmen menyampaikan seluruh materi pelajaran secara daring. Ia juga secara aktif memantau keaktifan dan perkembangan para siswa selama proses pembelajaran berlangsung dari rumah, memastikan mereka tetap mengikuti pelajaran dengan baik meski tidak berada di kelas.
Kabut asap di wilayah Jambi, termasuk Desa Tarikan, umumnya dipicu oleh musim kemarau yang berkepanjangan serta kebakaran lahan yang kerap terjadi di beberapa daerah. Situasi ini memaksa sekolah-sekolah untuk menyesuaikan metode pembelajaran agar kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah tetap terjaga. Selain itu, perubahan metode pembelajaran ini juga menuntut keterlibatan aktif dari orang tua untuk mendampingi anak-anak mereka selama belajar di rumah.
MIN 2 Muaro Jambi menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pendidikan berkualitas meskipun menghadapi tantangan lingkungan. Pihak sekolah berharap kondisi cuaca segera membaik agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal di ruang kelas. Selama pembelajaran daring berlangsung, guru dan orang tua terus bekerja sama agar siswa tetap semangat dan tidak tertinggal pelajaran. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif kabut asap terhadap proses pendidikan di sekolah tersebut.(Humas Min 2 Muaro Jambi).
|
23x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...