
Kabut asap tebal kembali melanda Desa Tarikan, Kabupaten Muaro Jambi, pada Selasa, 8 September 2026. Fenomena ini berdampak signifikan terhadap aktivitas pendidikan di MIN 2 Muaro Jambi, yang tampak sepi meskipun pembelajaran dilakukan secara daring.
Biasanya, meski proses belajar mengajar berlangsung secara daring, siswa tetap aktif mengikuti pelajaran dari rumah. Namun, pada hari itu, banyak siswa mengalami kesulitan untuk mengikuti pembelajaran daring secara optimal. Kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap menyebabkan aktivitas belajar mengajar tidak berjalan seperti biasanya.
Pihak madrasah menjelaskan bahwa kabut asap yang pekat membatasi jarak pandang dan menurunkan kualitas udara di sekitar lingkungan sekolah dan pemukiman warga. Akibatnya, sebagian siswa dan guru terpaksa mengurangi aktivitas, termasuk kegiatan belajar daring, demi menjaga kesehatan. Beberapa siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan ringan, seperti batuk dan sesak napas, akibat paparan asap yang terus-menerus.
MIN 2 Muaro Jambi merupakan salah satu madrasah yang berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dan berorientasi pada kemajuan global. Namun, tantangan seperti kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan masih menjadi hambatan serius dalam pelaksanaan kegiatan belajar, baik secara tatap muka maupun daring. Situasi ini menambah beban bagi siswa dan guru dalam mempertahankan kualitas pembelajaran di tengah kondisi lingkungan yang tidak kondusif.
Pihak madrasah berharap agar kondisi cuaca segera membaik sehingga proses pembelajaran dapat kembali berjalan normal. Mereka juga mengimbau orang tua dan siswa untuk selalu menjaga kesehatan serta mengikuti anjuran pemerintah terkait perlindungan diri dari dampak kabut asap. Upaya pencegahan dan perhatian terhadap kesehatan menjadi prioritas utama selama masa kabut asap berlangsung.( Humas Min 2 Muaro Jambi)
|
17x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...