
Menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang akan jatuh pada Minggu, 28 September 2025, suasana di lingkungan madrasah semakin meriah. Persiapan acara dilakukan di bawah cuaca cerah, menambah semangat warga dan panitia dalam menyambut hari besar keagamaan ini. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya.
Salah satu tradisi utama dalam perayaan Maulid di madrasah adalah pemasangan hiasan bunga telur. Bunga telur, yang menjadi ciri khas perayaan ini, dipasang di berbagai sudut area madrasah. Hiasan tersebut tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mencerminkan antusiasme dan kegembiraan masyarakat dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Warna-warni bunga telur memberikan nuansa meriah yang khas dan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan pengunjung.
Pada 26 September 2025, terlihat Yerlina, wali kelas 1B, dan Musyaropah, wali kelas 2A, sedang menyusun bunga telur untuk menghiasi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Keterlibatan para guru ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi tersebut dalam kehidupan madrasah. Proses pembuatan dan pemasangan bunga telur dilakukan secara gotong royong, melibatkan berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan kekeluargaan, di mana setiap orang turut berpartisipasi untuk memeriahkan suasana.
Tradisi menghias madrasah dengan bunga telur di MIN 2 Muaro Jambi telah dijalankan secara rutin setiap tahun. Hal ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan syukur atas datangnya Maulid Nabi. Selain memperindah lingkungan, pemasangan bunga telur juga menjadi daya tarik bagi anak-anak dan pengunjung yang datang ke madrasah. Mereka dapat menyaksikan langsung proses pemasangan hiasan dan merasakan kemeriahan suasana menjelang perayaan.
Tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong di lingkungan madrasah. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi di madrasah tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga ajang memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Setiap tahunnya, tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya dan keagamaan yang memperkaya kehidupan bermasyarakat.(Humas Min 2 Muaro Jambi)
|
22x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...